Rabu, 24 April 2013
Logika itu Ilmu atau Seni?
pada dasarnya logika tidak lepas dari cara berfikir logis. maka logika dan kelahirannya tidak lepas dari filsafat atau pemikiran ilmiah pada umumnya. namun penemuan logika sebagai organon untuk ilmu pengetahuan sebenarnya baru dilakukan oleh Aristoteles (382-322).
Logika sering diartikansebagai sesuatu yang masuk akal, wajar, bisa dimengerti dan masuk dalam pikiran. Logika yang akan saya bahas disini adalah studi tentang metode dan prinsip yang digunakan untuk menguji dan membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. Logika tidak menelaah seluruh kegiatan berfikir, melainkan hanya menelaah metode dan prinsip untuk membedakan penalaran yang tepat dan tidak tepat.
Aristoteles selalu melihat suatu onyek dari dua aspekyang dia sebut Foprma dan Materi. Tidak ada obyek yang hanya mempunyai Forma tanpa Materi. Ibarat sebuah pohon, kayu adalah Materi dari Pohon dan Formanya adalah Pohon. meja adalh materinya kaya dan formanya meja. oleh karena itu sebuah obyekbisa mempunyai materi yang sama dan forma yang berbeda. begitu juga dengan ilmu pengetahuan. berbagai ilmu bisa punya obyek material yang sama tetapi obyek formanya berbeda. maka menjadi jelas bahwa obyek material logika adalah kegiatan berfikir dan bernalar. sementara obyek formulanya adalah ketepatan atau ketidak tepatan bernalar.
Logika tidak bisa didapat tanpa belajar. siapapun yang belajar logika diharapkan mampu bernalar dengan baik dan tepat. secara lebih fokus, logika bisa menjelaskan dan mempergunakan prinsip-prinsip abstrak (menarik) yang dapat dimanfaatkan dalam semua disiplin ilmupengetahuan (bahkan seluruh lapangan kehidupan). Logika adalah ilmu yang bernalar lurus, tepat dan teratur, mengenterpretasikan secara tepat faktanya dan persepsi orang. selain Organon (alat) untuk mencari dan menemukan kebanaran, logika juga membantu mengembangkan pemikiran ilmiah dan reflektif.
Seperti yang sudah disebutkan Logika itu mempunyai ilmu yang prinsip-prinsipdan kaidah-kaidah yang harus dikuasai. Penguasaan kaidah Logika (Ilmu) perlu dilengkapi dengan seni/ keterampilan mengenai bagaimana menerapkan prinsip-prinsip atau metode-metode berlogika yang tepat dalam latihan secara terus menerus.
Logika dalam Berbagai Aspek.
a. dilihat dari aspek kemampuan berlogika pada manusia.
1. Logika Kodratiah/ Logika Alamiah
kemampuan berlogika ini sudah ada pada setiap manusia sebagai mahluk yang berakal budi. kemampuan ini sudah dimiliki setiap manusia tanpa belajar khusus.
2. Logika Ilmiah
Logika ini hanya bisa didapatkan melalui pembelajaran .
b. Dilihat dari aspek sejarahdan pengguna lambang serta simbol.
1. Logika Klasik.
Logika ini diperkenalkan oleh Aristoteles pada sekitar abad ke 5 sebelum Masehi menggunakan lambang bahasa, dan disebut juga sebagai Logika Aristoteles atau logika tradisional.
2. Logika Modern.
Logika ini dikembangkan di Zaman modern oleh tokoh-tokoh seperti A. de Morgan (1809-1871), George Boole (1815-1864), Betrand Russel (1872-1970); menggunakan lambang non bahasa. Logika ini menerapkan prinsip-prinsip matematika pada logika modern; karena disebut juga logika matematis atau logika simbolis.
A. Berfikir Kritis.
berdikir kritis itu tidak hanya trjadi dalam dunia ilmiah melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari. membangun sikap kritis sebenarnya dimaksudkan untuk mengajak kita berfikir jernih. bukan untuk membenarkan diri atau menyerang dan mengalahkan orang lain.. maksudnya adalah membantu orang atau diri kita sendiri untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat.
B. Argumen, Penalaran, dan Penyimpulan
Dalam dialog, diskusi, debat atau menulis, kita selalu menyampaikan argumen untuk mendukung pendapat kita. menjadikan argumen kuat dan tak terbantahkan. mendukung argumen kita dengan data, fakta dan penalaran-penalaran yang masuk akal untuk mendukang klaim yang menjadi kesimpulan dari argumentasi.
Untuk memahami sebuag Argument kita harus memiliki kemampuan paraphrasing yakni kemampuan untuk merumuskan suatu pokok pikiran dengan kata-kata kita sendiri. tetapi untuk bisa memahami dan membuat parafrase kita harus menganalisis penalaran (reasoning) yang ada pada sebuah argumen.
To be Cantinue..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar